Hari Nur Yulianto, Striker Ganas PSIS yang Mempesona

PSIS Semarang Tambah Durasi Kontrak Hari Nur Yulianto | Goal.com

Bagi para pecinta sepak bola nusantara, tentunya sudah tidak asing lagi dengan Hari Nur Yulianto. Hari adalah salah satu kebanggaan PSIS Semarang yang memiliki kualitas hebat. Hari Nur Yulianto merupakan striker mematikan yang berasal dari kota Kendal. Ia berhasil mendapatkan banyak kesuksesan, baik kesuksesan dalam satu tim untuk Mahar Jenar maupun kesuksesan yang ia dapatkan untuk pribadinya sendiri.

Pria yang berasal dari Kendal, yakni kota yang tidak jauh dari Semarang ini lahir di Kendal pada 31 Juli 1989. Hari sudah menampilkan potensi hebatnya sehingga memaksimalkan penampilan PSIS Semarang yang sudah menjadi tim sepak bola idaman Hari sejak dirinya masih kecil. Kiprah PSIS sendiri tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok pemain yang mengidolakan Bepe alias Bambang Pamungkas ini. Selain itu, hari nur yulianto juga begitu dielu-elukan publik sepak bola dari kota Atlas. Hal ini dikarenakan oleh loyalitas hari nur yulianto.

Selain berperan sebagai pemain kunci yang berada pada barisan depan, hari nur yulianto juga memberikan pengabdian yang cukup besar. Tidak jarang hari nur yulianto sering didapuk untuk menjadi kapten. Selain itu, hari nur yulianto juga sudah menjadi pemain senior yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Beberapa contoh kepiawaian hari nur yulianto terlihat pada pencapaiannya yang bahkan dapat melampaui legenda pada pemain PSIS terdahulu, yaitu Tugiyo atau Ribut Waidi.

Akan tetapi, perolehan prestasi hebat yang berhasil diperoleh oleh hari nur yulianto selam ini ternyata belum juga membuatnya dilirik oleh Timnas Indonesia. Padahal, hari nur yulianto memiliki keahlian dan pesona yang sangat identik dengan PSIS Semarang. Hanya saja, ia belum juga mendapatkan keempatan untuk tampil di level tim nasional.

Pada 8 Desember 2019, hari nur yulianto melakukan duet penyerang PSIS dengan Bruno Silva yang kemudian merayakan gol pertama yang dicetak PSIS di gawang Arema pada pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Melihat potensinya ini, hari nur yulianto tentu sudah cukup pantas untuk mendapatkan predikat sebagai ikon di PSIS Semarang. Ia juga layaknya sebuah kepingan puzzle pada tim Mahesa Jenar. Hari sendiri sudah tercatat sebagau pemain yang terlama bermain untuk PSIS hingga saat ini.

Pasalnya, hari nur yulianto sudah menggunakan seragam PSIS sejak masih musim 2013 alias selama tujuh tahun. Ia sudah terlibat dalam jatuh dan bangun bersama dengan klub yang menjadi kebanggaan kota Lumpia tersebut. Maka dari itu, prestasi mentereng PSIS pada tiga musim terakhir ini tentu tidak bisa terlepas dari jasa hari nur yulianto.

Pada musim 2017, muncul bagian bersejrah karena hari nur yulianto ikut mengantarkan PSIS untuk naik kasta ke Liga 1. Hal ini kemudian menghasilkan kiprah hari nur yulianto yang semakin mendulang pada dua musim terakhir. Padahal waktu itu hari nur yulianto harus bersaing dengan pemain lainnya, termasuk juga para pemain asing.

Masuknya pemain baru serta adanya penggantian pelatih tidak menghalangi motivasi hari nur yulianto untuk tetap memberikan yang terbaik bagi PSIS Semarang. Ia tetap menjadi pilihan utama dalam permainan. Pada musim 2018, hari nur yulianto berhasil mencetak 12 gol, sementara pada musim selanjutnya yakni 2019, ia berhasil mendapatkan empat gol. Sejauh ini, sudah ada 49 gol yang ia dapatkan untuk PSIS. Dilansir dari bola.com, ia mengatakan bahwa “Menjadi suatu kebanggan bagi saya bisa bermain di tim yang penuh dengan sejarah. Bisa bermain untuk PSIS memang impian saya sejak kecil. Sekarang juga menjadi pemain yang punya penampilan banyak di PSBS, luar biasa rasanya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *