Cara Mengatur Keuangan Ketika Terkena PHK

Selama melewati tiga bulan merebaknya virus corona, sudah sekitar tiga juga orang terkena PHK dan beberapa juga dirumahkan di Indonesia. Beruntung bagi mereka yang dirumahkan tetapi masih mendapatkan penghasilan meskipun harus dipotong hingga setengahnya. Kondisi demikian tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi hampir merata di seluruh belahan dunia akibat pandemi.

Menjadi korban PHK memang akan dihadapkan dengan situasi yang sulit. Karena tidak semua yang terkena PHK mendapatkan uang pesangon yang sepadan. Dana cepat seperti itu bisa saja digunakan untuk bertahan dalam beberapa bulan, tapi akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk modal usaha sehingga bisa mendapatkan penghasilan baru.

Nah, supaya tidak berujung pada stress atau tertekan karena terkena PHK, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengatur keuangan dengan baik.

Menghitung dana pesangon

Sebelum memulai usaha baru, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menghitung dana pesangon. Pastikan dulu kebutuhan pokok selama beberapa bulan bisa terpenuhi tanpa adanya pemasukan.

Barulah sisanya bisa digunakan untuk modal usaha. Tidak hanya itu saja, beberapa keringanan dan program dari perusahaan atau pemerintah pun memberikan kemudahan bagi para korban PHK. Salah satunya dengan diluncurkannya program kartu pra kerja.

Mencatat semua pengeluaran

Langkah selanjutnya adalah menghitung semua pengeluaran selama tiga bulan terakhir. Hal ini dilakukan untuk menentukan mana anggaran yang harus diprioritaskan. Misalnya jika sudah punya anak usia sekolah, harus dipikirkan juga dana pendidikan selanjutnya, dan seterusnya. 

Untuk hal-hal yang sifatnya tersier bisa dikurangi lebih dahulu. Intinya cobalah untuk menyesuaikan gaya hidup sehemat mungkin dengan program pengencangan ikat pinggang. Kondisi tersebut tentu harus dikomunikasikan kepada semua anggota keluarga agar bisa memahami kondisi yang sebenarnya dan bisa saling membantu untuk tetap bisa bertahan di saat kondisi pandemi.

Mencatat semua pemasukan yang masih ada

Setelah mencatat apa saja yang bakal jadi prioritas, saatnya untuk mengumpulkan semua penghasilan, tabungan, dana investasi yang tersisa. Jika masih memiliki sisa utang kredit, ada baiknya dilunasi segera dengan dana tabungan agar tidak menambah beban anggaran.

Penting juga untuk tetap membayar proteksi seperti asuransi dasar atau jaminan sosial seperti BPJS. Pasalnya hanya itu satu-satunya harapan yang bisa digunakan ketika kita mengalami musibah atau hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Kalkulasi berapa lama kita bisa bertahan dengan semua yang dimiliki. Dengan begitu, kita bisa langsung menentukan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk tetap mempertahankan kondisi finansial di kala pandemi.

Mengajukan relaksasi utang kredit

Di saat yang sama ketika menyesuaikan anggaran dana bulanan, kamu tetap bisa meminta rileksasi utang kredit jika tidak ada aset yang bisa digunakan untuk melunasinya. Rileksasi kredit ada beberapa jenis, misalnya penangguhan pembayaran pokok dengan membayar bunganya saja, atau restrukturisasi dengan memperpanjang tenor sehingga meringankan cicilan bulanan. 

Semua tergantung pada kondisi perusahaan. Ada juga yang benar-benar memberikan penangguhan dalam beberapa bulan hingga kondisi pandemi mereda. Tentu ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi, contohnya seperti yang diutamakan oleh pemerintah jika ada pasien yang terkena virus corona di saat masih ada kewajiban utang kredit yang harus dipenuhi. Kondisi seperti itulah yang diprioritaskan mendapatkan penangguhan cicilan sampai periode yang ditentukan. 

Move on dengan memulai usaha baru

Kondisi pandemi memang serba sulit, tetapi bukan berarti kita harus menyerah dengan keadaan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan membuka usaha seperti menjual alat kesehatan atau makanan siap saji.

Ada banyak potensi yang dapat dilakukan asalkan kita bisa membaca celah yang disesuaikan dengan target pasar yang akan dibidik. Selain bisa memanfaatkan uang pesangon sebagai modal usaha, kita juga bisa mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan tepercaya.

Pilih yang sudah terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK. Salah satu contohnya seperti Kredivo yang memberikan kredit limit hingga Rp30 juta per member.

Kredivo memberikan kemudahan pinjaman secara online hanya lewat aplikasi yang dapat diunduh dari Google Play Store maupun App Store. Dana cepat cair langsung ditransfer kepada rekening member secara online tanpa harus bertatap muka. Semua proses benar-benar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara online.