Sejarah, Perkembangan serta Citarasa Kopi Luwak

Mungkin selama ini Anda hanya mengenal nama dari kopi luwak. Tapi, tahukah Anda seperti apa sejarah dari kopi yang satu ini? Seperti apa pula perkembangannya? Bagi yang belum pernah mencobanya, mungkin juga tidak tahu bagaimana rasa dari kopi yang memiliki harga selangit ini.

Yup! Kopi ini memang punya harga selangit. Itu dikarenakan berbagai hal. Jadi, bila di pasaran atau sekitar tempat tinggal Anda menemukan kopi luwak dengan harga sangat murah, dapat dipastikan itu kopi luwak yang palsu. Lalu, seperti apa sebenarnya sejarah serta perkembangan dan citarasa dari kopi ini? Untuk lebih lengkapnya, cek di bawah ini!

Sejarah Kopi Luwak

Siapa yang pertama kali berpikir bahwa kopi yang enak dengan rasa sangat khas? Masyarakat Indonesia pada awal penemuan kopi ini juga tidak menyangka. Mereka hanya berinisiatif mencoba mengolah biji kopi yang ada di kotoran luwak karena tak diperbolehkan memetik buah kopi untuk dikonsumsi pribadi. Peraturan ini diterapkan oleh kolonial Belanda.

Dulu, masyarakat Indonesia dipaksa tanam paksa yang mewajibkan petani menggarap hasil-hasil perkebunan tertentu yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satunya adalah kopi. Nah, karena pelarangan inilah masyakat mencoba memanfaatkan biji kopi yang ada di kotoran luwak.

Siapa yang menyangka pada akhirnya kopi yang dihasilkan sangat baik dan memiliki citarasa yang khas. Bukan hanya petani Indonesia saja yang menyukainya, para mandor dan pengawas perkebunan juga. Hingga akhirnya kabar kopi yang nikmat ini sampai ke telinga kolonial Belanda, akhirnya mereka juga menyukainya.

Perkembangan Kopi Luwak

Kopi luwak di masa kini tetap berasal dari feses hewan luwak. Namun, saat ini kopi luwak biasanya lebih banyak dihasilkan oleh luwak tangkaran. Hasil dari kopi tersebut tidaklah senikmat dari kopi yang dihasilkan kopi luwak liar. Namun begitu, tetap saja jauh lebih bagus dibanding kopi biasa yang Anda temukan.

Kualitas dari kopi luwak itu sendiri sangat tergantung dengan kesehatan, tingkat stres dan keterampilan si luwak dalam mencari makanannya. Maka dari itulah kualitas kopi luwak yang berasal dari luwak tangkaran sedikit lebih rendah dibanding kopi luwak liar.

Tapi, tak semua petani memperlakukan luwaknya dengan buruk sehingga menghasilkan kopi luwak yang kualitasnya kurang. Masih banyak petani yang menghargai luwaknya sebagai ‘rekan’ dalam menjalankan usaha.

Rasa Kopi Luwak

Jika dibandingkan dengan kopi biasa, rasa kopi luwak jauh lebih istimewa. Rasanya sangat khas dengan aroma yang khas pula. Kopi luwak asli biasanya memiliki wangi yang sangat harum dengan aroma pandan yang bisa tercium dari jarak yang lumayan jauh. Berbeda dengan kopi luwak aspal yang sering Anda temukan di pasar atau toko di sekitar rumah.

Kopi luwak diproses dengan cara manual setelah si luwak mengeluarkan fesesnya. Feses tersebut dicuci beberapa kali lalu disangrai dengan sangat hati-hati. Hasilnya, rasa yang dihasilkan sangat khas. Bahkan, bisa tetap tinggal di tenggorokan selama lebih dari 30 menit.

Rasa kopi luwak yang sangat khas ini dipengaruhi oleh enzim yang ada di dalam organ pencernaan luwak. Enzim ini bekerja selama kopi dicerna hingga menghasilkan kopi seperti telah difermentasi lama. Enzim ini akan mengurangi berbagai kandungan dari kopi seperti kafein dan asamnya. Sehingga, kopi ini juga aman untuk penderita berbagai penyakit.

Lalu, tertarik mencicipi kopi luwak setelah mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangannya hingga saat ini? Jika iya, siapkan kocek yang lumayan dulu. Harga satu cangkir kopi luwak di Indonesia biasa dipatok sekitar Rp200.000,-an. Jadi, jangan kira harganya murah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *