Layanan Awan EMC ‘Hantui’ Google & Amazon

http://images.detik.com/content/2014/05/06/319/unnameddalam.jpg
Bisnis cloud storage semakin sengit. Para pemain di bisnis ini tak lagi sungkan untuk ‘menyerang’ kompetitor untuk menegaskan keunggulannya.

Seperti yang dilakukan EMC. Dalam ajang EMC World Conference 2014 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat 4-8 Mei, mereka merilis layanan yang disebut sebagai Elastic Cloud Storage (ELC) Appliance.

Ini merupakan hyper scale storage system untuk kalangan enterprise yang sebelumnya disebut dengan proyek ‘Nile’.

Tak segan-segan, EMC menyebut layanan ECS andalannya jauh lebih murah dibandingkan cloud storage service milik Amazon ataupun Google. Namun dari sisi kualitas dan performa masih lebih baik.

Perusahaan yang berbasis di Hopkinton, Masschussets ini menyebut, ECS Appliance sangat mudah untuk digunakan sebagai public cloud storage dan mampu meng-handle data dalam jumlah besar layaknya layanan cloud besar.

Setiap single rack ECS Appliance diklaim dapat mengakomodir data hingga 2,9 petabyte. Bahkan jika dioptimalkan lebih lanjut, data yang bisa ditangani bisa tembus skala exabyte.

Khusus untuk para pesaingnya, EMC menyebut layanan public cloud storage milik Amazon dan Google jauh lebih mahal dibandingkan ECS Appliance. Perbedaan total cost of ownership-nya bisa sampai 9%-28%.

Amitabh Srivastava, President, EMC Advanced Software Division menyatakan, ECS Appliance bakal memungkinkan perusahaan untuk membangun hyper scale cloud infrastructure dengan tingkat efisiensi dan ekonomis layaknya public cloud serta tetap menjanjikan keamanan dan kontrol tinggi ala private cloud.

“Sehingga pada akhirnya, pelanggan kami dapat dengan mudah untuk mengembangkan aplikasi generasi terbaru untuk menghadapi platform generasi ketiga di dunia IT,” lanjutnya.

Seperti diketahui, layanan cloud computing secara umum dibagi tiga: public cloud, private cloud dan hybrid. Dimana masing-masing punya nilai plus minus.

Public cloud kerap dipilih karena dianggap lebih murah, karena tak perlu investasi dan merawat infrastruktur. Hanya saja ada isu keamanan yang menghantui pengguna layanan ini.

Sementara private cloud punya nilai plus dari sisi keamanan yang lebih terjamin, karena dikelola sendiri oleh perusahaan. Di sisi lain, private çloud lebih mahal investasinya.

Hybrid cloud adalah gabungan dari dua layanan cloud di atas. Di sini, perusahaan bisa memilih proses bisnis mana yang mau dialihkan ke public cloud dan private cloud.

Nah, peluang inilah yang coba ditawarkan oleh EMC Elastic Cloud Storage (ECS) Appliance. Yaitu inovasi hybrid cloud yang diklaim dapat memberikan kemudahan, penghematan, kepraktisan ala public cloud. Namun tetap juga mendapatkan kuasa atas pengelolaan dan keamanan ala private cloud.

“Hybrid cloud akan memudahkan pelanggan untuk menjalankan aplikasi dengan lebih mudah dan hemat dari segi biaya data center. Dan saat ini, produk software- defined membuat hal tersebut jadi sangat mungkin,” imbuh David Goulden, CEO, EMC Information Infrastructure, dalam acara yang berlangsung di Hotel Venetian, Las Vegas.

EMC World Conference 2014 sendiri dihadiri oleh lebih dari 12 ribu audiens. Di sini, EMC merilis berbagai solusi anyarnya, mulai dari EMC Elastic Cloud Storage (ECS) Appliance, ViPR 2.0 Spftware-Defined Storage generasi terbaru, dan layanan pendukung lainnya. Ada pula eksibisi dari para mitra EMC, seperti VMware, Lenovo, Cisco, Pivotal, Brocade dan masih banyak lagi.
Regard

Rismawan Junandia