Tips Pacaran Dengan Pria Yang Gila Main Game

Menjamurnya teknologi, termasuk dalam games, membuat banyak laki-laki bisa menghabiskan waktu dan uang mereka hanya untuk main game. Ketika game sudah di depan mata, yang lain lewat deh. Tahu sendiri kan ketik pria sudah jatuh cinta pada game, dia perlu memikirkan untuk menaikkan level dan poinnya, mengupgrade peralatan gamenya dan menyelesaikan berbagai misi dalam game tersebut. Ada yang mengalami hal seperti ini, Ladies? Kalau begini terus, kapan pacarannya dong?
Jangan takut, Ladies. Lakukan beberapa tips di bawah ini untuk menghadapi pacar Anda yang hobi main game dalam dosis berlebihan.


1. Biarkan Dia Bermain
Lho, kok dibiarin? Yup, Ladies. Jangan buang-buang waktu dan tenaga Anda dengan memelototinya sepanjang waktu saat dia bermain game. tentu saja karena yang dia pikirkan adalah bagaimana ia bisa mengalahkan musuh bebuyutan di level terakhir dan terlalu sibuk untuk menyadari bahwa bola mata Anda sudah hampir keluar untuk memelototinya.

2. Temukan Passion Game Anda
Bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan bermain game, ataupun ketertarikan. Semua orang punya, hanya saja kadang sudah terkubur dalam-dalam selagi kita tumbuh dewasa. Well, temukan passion game Anda dan coba sesekali bermain bersamanya. Minta ajari bila tidak bisa. Pria suka wanita yang bisa memahami dunianya.

3. Minta Bantuan
Nah, ketika Anda sudah bisa bermain bersamanya, Sesekali tanyakan tips atau apapun yang berhubungan dengan game tersebut. Siapa karakter favoritnya, musuh mana yang paling sulit. Hey, dia pasti akan terkejut punya pacar yang menyenangkan.

4. Tantangan Games
Sedikit having fun dengan pacar Anda deh. Coba tantang dia untuk main game bersama Anda. Jangan takut kalau dia meremehkan Anda. Jauh di lubuk hatinya, dia mengerti kok kalau Anda sedang berusaha selalu mencintainya. Namun ketika Anda mulai bosan dengan semua ini, ambil buku atau majalah kesayangan Anda, lalu biarkan dia bermain sendiri.

5. Masih Belum Ada Perubahan?
Memang pria tidak bisa dijauhkan dari hobi nge-game. Namun apakah itu membahayakan hubungan Anda dan masa depannya? Ataukah dengan semua yang telah Anda lakukan, dia tidak menunjukkan perubahan? Bicarakan dulu dengan pacar Anda, minimal untuk dirinya sendiri bahwa di luar sana masih ada kehidupan dan di depan sana masih ada hal yang harus dipikirkannya. Namun bila tidak ada progres juga, ini saatnya untuk mengambil tindakan.
Jangan keburu emosi dengan kebiasaan pacar yang gila nge-game. Lebih kooperatif dan memahaminya bisa membantunya keluar dari kebiasaan yang berlebihan dan kurang menguntungkan. Semoga bermanfaat.
Regard

Rismawan Junandia

Etika, Norma, Aturan Main, Peraturan Dasar Dalam Pacar-Pacaran (Hubungan Cinta)

Pacaran di zaman sekarang ini sangat mengkhawatirkan, karena banyak orang yang menganggap aktivitas pacar-pacaran sebagai suatu ikatan seperti layaknya suami isteri sebelum menikah. Dengan begitu banyak orang yang stress, galau, sedih dan bahkan sakit jiwa karena hubungan cinta dalam bentuk pacaran. Padahal agama kita tidak melarang pacaran yang seperti itu sehingga menimbulkan berbagai keburukan kepada para pelakunya.
Pacaran yang baik adalah pacaran yang terbatas hanya untuk saling kenal-mengenal satu sama lain sebelum meningkat ke arah pernikahan. Jika memang sudah cocok satu sama lain maka bisa berlanjut ke arah pernikahan. Namun jika tidak merasa cocok satu sama lain harus segera putus dan berpisah agar tidak terlanjut menimbulkan ikatan batin yang kuat pada salah satu atau pun keduanya. Pacar-pacaran yang sehat tidak melibatkan nafsu seksual dalam hubungan interaksi satu sama lain. Menentukan pacar juga tidak boleh didasari atas nafsu syahwat, semata karena dapat menutup akal sehat seseorang menjadi salah dalam memilih jodoh.
Berikut ini adalah beberapa peraturan, etika, norma dan sebagainya yang berkaitan dengan kegiatan pacaran antara laki-laki dengan perempuan (pria dan wanita / cowok dan cewek) :

1. Hanya Sebatas Perkenalan
Jangan pernah menjadikan pacar-pacaran sebagai sesuatu yang istimewa. Pacar tidak berbeda dari teman, namun teman yang ingin kita kenal lebih detil dan lebih mendalam secara serius. Apabila cocok bisa berlanjut ke pelaminan dan bila tidak maka akan tetap menjadi teman yang biasa-biasa saja.

2. Tidak Melakukan Kontak Fisik
Jangan melakukan sentuhan-sentuhan secara fisik karena hal tersebut dilarang oleh agama. Adanya kontak fisik bisa berakibat munculnya nafsu syahwat yang dapat merusak hubungan yang ada menjadi lebih buruk. Tidak hanya sebatas kontak fisik saja namun komunikasi dan perilaku yang dapat membuat disinya dan pasangannya menjadi terangsang juga tidak boleh dilakukan.

3. Tidak Mengganggu Isteri/Suami Orang Lain
Pacaran harus dilakukan dengan orang yang belum menikah (gadis/perjaka) atau dengan yang sudah bercerai (janda/duda). Kecuali bagi perempuan boleh berpacaran dengan lak-laki menikah yang memenuhi persyaratan untuk poligami serta tidak menimbulkan keburukan pada istri yang ada, anak-anaknya dan keluarga.

4. Dilakukan Secara Serius Dengan Tujuan AKhir Menikah
Jika tidak serius pacaran sebaiknya tidak usah pacaran. Karena jika pasangannya menanggapi hubungan pacaran tersebut terlalu serius bisa membuat dirinya terluka dan tersiksa karena cinta yang palsu. Hindari pacaran untuk tujuan pamer, ikut-ikutan trend, melampiaskan nafsu setan, iseng, balas dendam, main-main, dan lain sebagainya. Sejak dini harus segera menentukan sikap, apakah lanjut ke jenjang pernikahan atau selesai cukup sampai di sini saja demi kebaikan bersama.

5. Menjadi Pacar Bukan Berarti Memiliki
Tidak boleh mengatur-atur orang yang menjadi pacar. Tidak boleh pula melarangnya untuk mencari kandidat lainnya karena semua orang yang belum akad nikah masih boleh mencari yang terbaik untuk dijadikan suami atau isterinya. Kalau sekedar memberi masukan, nasihat, curhat, berbagi pengalaman, masih diperbolehkan. Kekerasan fisik maupun mental pun tidak boleh dilakukan sewenang-wenang.

6. Tidak Sembunyi-Sembunyi dan Menghormati Orangtua
Hindari pacaran diam-diam alias pacaran back street karena bagaimana pun juga para orangtua berhak menilai diri kita dan pasangan kita apakah layak untuk dinikahkan. kalau perlu jelaskan secara baik-baik kepada orang tua kita mengenai pacar kita dan minta tanggapannya sebelum kita perkenalkan. Orangtua berhak tidak menyetujui hubungan cinta anak-anaknya jika memang dapat menjelaskan atau membuktikan bahwa pacar anaknya dapat membawa keburukan serius.

7. Tidak Melakukan Keburukan Pada Pasangan
Kepada pacar beserta keluarganya kita tidak boleh berbohong, berkhianat, berlebihan, dan berbagai keburukan lainnya. Tidak boleh pula bersifat materialistis yang hanya mengejar harta dari pasangannya saja. Jika kita menjadi orang yang tidak baik maka resikonya adalah kita akan diputuskan oleh pacar kita dan nama baik kita tercoreng di mata orang-orang.

8. Pacaran Adalah Ujian dan Kompetisi
Kita harus siap menerima kekalahan dalam hubungan cinta ketika pacar kita lebih memilih orang lain yang lebih baik dari diri kita. Jangan salahkan orang lain jika kalah, namun salahkan diri sendiri kenapa dulu tidak maksimal berjuang untuk mendapatkannya menjadi pasangan hidup sah kita. Segala pengalaman yang ada akan sangat berguna bagi kita untuk memperbaiki kesalahan kita sehingga tidak mengulangi kesalahan yang pernah kita lakukan.

9. Tidak Berpacaran dengan Orang yang Berbeda Agama
Perbedaan keyakinan kita dengan pacar kita tidak hanya akan menyebabkan penolakan dari keluarga, namun juga dari negara dan masyarakat luas. Namun boleh-boleh saja jika pasangan kita ada kemungkinan untuk berpindah keyakinan. Lakukan semua ini hanya untuk Tuhan kita, bukan yang lain. Jika agama anda tidak melaran pernikahan berbeda agama, maka berarti anda boleh menikah dengan orang yang agamanya juga tidak melarang pernikahan beda agama.

10. Bina Hubungan Baik Dengan Orang Lain
Bina hubungan yang baik dengan lawan jenis yang mungkin bisa menjadi pasangan hidup kita (termasuk mantan dan orang yang pernah menolah cinta kita). Jangan hanya berfokus dengan pacar kita saja karena kita masih berhak untuk memilih yang lain yang lebih pantas menjadi suami/isteri kita. Jika merasa tidak cocok, maka segera katakan dengan terus terang untuk memutuskan tidak melanjutkan ke arah pernikahan dan seterusnya menjadi teman biasa saja.
Semoga tulisan ini bisa membuat diri kita semua menjadi lebih baik. Apabila ada yang masukan atau pun tambahan dipersilahkan menuliskan komentarnya di bawah ini. Terima kasih.

Regard

Rismawan Junandia

Cara memakai SAM BROADCASTER

  1. Jalankan SAM Broadcaster
  2. Pilih tab encoders dan klik tombol “+”
  3. Nanti keluar dialog dan pilih “MP3 (LAME_ENC) [Recommended]“, Klik OK.
  4. Kemudian atur settingsnya seperti berikut :
    • Bitrate : 64kbps (Bisa juga yang 32bit, biar nggak putus-putus).
    • Mode : Stereo
    • Sampling Rate : 441000
  5. Setelah itu pindah ke tab “Server Details”. Pilih Server type : Icecast > Icecast 2. Masukan informasi yang tadi didapat ketika klik start server.
  6. Jika semua sudah benar diisi klik OK!!! Selanjutnya klik connect.
  7. Selesai,,
  8.  
Regard

Rismawan Junandia